Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Akademisi Unkhair Desak Pemkab Halsel Ambil Sampel Air di Madapolo

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
  • visibility 71
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Akademisi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Khairun, Dr. Muhammad Ridwan Lessy, mendesak Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan segera mengambil sampel air laut di pesisir Desa Madapolo, Kecamatan Obi Utara. Desakan ini muncul menyusul fenomena perubahan warna air menjadi hijau pekat yang disertai kematian ikan dan dugaan iritasi kulit pada sejumlah warga.

Ridwan menilai, pengambilan sampel perlu segera dilakukan agar penyebab perubahan kualitas air dapat dipastikan secara ilmiah. Menurut dia, pengujian tidak hanya menyasar air laut, tetapi juga ikan serta komponen lingkungan lain yang diduga terdampak.

“Dinas Perikanan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan, dan instansi terkait perlu segera melakukan pengujian yang lebih detail dengan mengumpulkan sampel air, ikan, serta unsur lingkungan lainnya,” kata Ridwan kepada Ahad (2/8/2026).

Ia menjelaskan, perubahan warna air laut menjadi hijau, munculnya bau menyengat, hingga dugaan iritasi kulit merupakan gejala kompleks yang memerlukan analisis berbasis data lapangan. Secara visual, fenomena yang terjadi di pesisir Madapolo hingga kini juga terlihat di sejumlah desa di Pulau Obi, termasuk di wilayah Laiwui, yang memiliki karakteristik mengarah pada algae bloom atau ledakan populasi alga.

Menurutnya, kondisi tersebut umumnya dipicu oleh tingginya kandungan nutrien, terutama nitrogen dan fosfor, di perairan yang relatif tenang sehingga mempercepat pertumbuhan alga.

“Alga bloom biasanya didominasi jenis alga hijau-biru seperti Microcystis, Spirulina, Oscillatoria, dan Phormidium. Keberadaannya menghasilkan warna hijau tua dan mengindikasikan tingginya kandungan bahan organik seperti amonia maupun hidrogen sulfida di perairan,” ujarnya.

Ridwan menilai kombinasi gejala berupa perubahan warna air, bau menyengat, dan dugaan iritasi kulit lebih mengarah pada ledakan fitoplankton atau sianobakteri dibandingkan sedimen laterit. Menurut dia, sedimen laterit umumnya hanya menyebabkan air berwarna cokelat kemerahan tanpa menimbulkan gangguan dermatologis.

Ia menyebut ada sedikitnya tiga faktor yang dapat memicu terjadinya algae bloom. Pertama, masuknya nutrien berlebih seperti nitrogen dan fosfor yang dapat berasal dari limbah pertanian, limbah domestik, maupun aktivitas pertambangan. Ketika nutrien menumpuk di perairan dengan sirkulasi yang minim, pertumbuhan alga dapat meningkat secara drastis.

Kedua, kenaikan suhu permukaan laut akibat perubahan iklim. Menurut Ridwan, suhu air yang lebih hangat menjadi kondisi ideal bagi pertumbuhan alga.

“Saat ini Indonesia, termasuk Maluku Utara, sedang berada pada fase El Niño yang cukup kuat. Kondisi ini meningkatkan suhu udara dan berpotensi memperparah pertumbuhan alga. Puncaknya diperkirakan terjadi pada Desember 2026 hingga Januari 2027,” katanya.

Ketiga, proses upwelling atau naiknya massa air dari dasar laut ke permukaan yang membawa mineral dan nutrien dalam jumlah besar. Kondisi tersebut dapat memperkaya unsur hara di permukaan sehingga memicu ledakan populasi alga.

Meski demikian, Ridwan menegaskan penyebab utama fenomena di Madapolo tidak bisa disimpulkan hanya dari pengamatan visual, terlebih karena perubahan warna air telah diikuti kematian ikan di keramba.

“Analisis ilmiah harus mencakup parameter biologis, kimia, dan fisik agar penyebab utamanya benar-benar dapat dipastikan,” ujarnya.

Ia juga tidak menutup kemungkinan aktivitas pertambangan turut memengaruhi kualitas perairan. Menurut dia, limpasan sedimen maupun air limbah tambang yang mengandung nutrien dan logam berat berpotensi mempercepat terjadinya algae bloom sekaligus mengganggu ekosistem laut.

“Untuk kasus Madapolo, kombinasi nutrien dari aktivitas keramba, limpasan tambang, serta kondisi oseanografi lokal sangat mungkin memperkuat fenomena air hijau dan menyebabkan kematian ikan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Halmahera Selatan, Idris Ali, belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi melalui pesan singkat hingga berita ini diterbitkan.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • LATAMLA Desak Pemeriksaan PT Feni Haltim, Dugaan Pencemaran Sungai Kukuba Disorot

    LATAMLA Desak Pemeriksaan PT Feni Haltim, Dugaan Pencemaran Sungai Kukuba Disorot

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • 0Komentar

    Lembaga Advokasi Tambang dan Laut (LATAMLA) meminta Kementerian Lingkungan Hidup bersama aparat penegak hukum memeriksa aktivitas PT Feni Haltim di Kabupaten Halmahera Timur. Anak perusahaan PT Antam Tbk itu diduga menjalankan kegiatan pengolahan nikel tanpa dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan dikaitkan dengan kerusakan di aliran Sungai Kukuba. Direktur LATAMLA, Drs. Faiz Albaar, mengatakan […]

  • Silaturahim ke Zulkifli Hasan, PAN Malut Usulkan Penambahan Kursi DPR RI Jadi Empat untuk Pemilu 2029

    Silaturahim ke Zulkifli Hasan, PAN Malut Usulkan Penambahan Kursi DPR RI Jadi Empat untuk Pemilu 2029

    • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAKARTA, Linidaily.id Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Maluku Utara melakukan silaturahim pada 28 Agustus 2026 kemarin, sekaligus pertemuan strategis dengan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN, Dr. (H.C.) Zulkifli Hasan, S.E., M.M. Pertemuan berlangsung di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Gedung Graha Mandiri, Jakarta. Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi […]

  • Skor Integritas ‘Merah’, KPK Beri Ultimatum 3 Bulan untuk Pemprov & DPRD Malut

    Skor Integritas ‘Merah’, KPK Beri Ultimatum 3 Bulan untuk Pemprov & DPRD Malut

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • 0Komentar

    TERNATE Linidaily.id – Suasana tegang menyelimuti Kediaman Dinas Wakil Gubernur Maluku Utara, Kamis (11/6). Selama sembilan jam, mulai pukul 09.00 hingga 18.00 WIT, rapat koordinasi antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara berlangsung tertutup rapat. Personel Satpol PP berjaga ketat di pintu masuk, melarang akses bagi staf eselon III-IV maupun wartawan. […]

  • Krisis Gelombang Panas Global: Pelajaran Penting dari Eropa serta Dampak dan Kesiapan Indonesia di Wilayah Tropis

    Krisis Gelombang Panas Global: Pelajaran Penting dari Eropa serta Dampak dan Kesiapan Indonesia di Wilayah Tropis

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • 0Komentar

    Di tengah meluasnya krisis suhu ekstrem yang melanda berbagai benua, pengalaman pahit yang dialami Eropa menjadi cermin penting bagi seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia yang berada di kawasan iklim tropis. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara khusus mengeluarkan peringatan dan panduan terkait situasi ini, mengajak seluruh lapisan masyarakat serta pemangku kepentingan untuk mulai […]

  • Mantan Wakil Gubernur Maluku Utara M. Al Yasin Ali Meninggal Dunia di Makassar

    Mantan Wakil Gubernur Maluku Utara M. Al Yasin Ali Meninggal Dunia di Makassar

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
    • 0Komentar

    Kabar duka datang dari Maluku Utara. Mantan Wakil Gubernur Maluku Utara periode 2019–2024, M. Al Yasin Ali, meninggal dunia di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (14/8/2026) malam. Almarhum mengembuskan napas terakhir dalam usia 68 tahun di salah satu rumah sakit di Kota Makassar sekitar pukul 22.10 WIT. Kepergian M. Al Yasin Ali menjadi kabar kehilangan bagi […]

  • HIV/AIDS di Maluku Utara; Ancaman Diam yang Terus Meluas

    HIV/AIDS di Maluku Utara; Ancaman Diam yang Terus Meluas

    • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
    • 0Komentar

    Provinsi Maluku Utara yang sedang berbenah dengan masuknya investasi raksasa dan pembangunan infrastruktur, ternyata menyimpan satu masalah kesehatan masyarakat yang semakin mengkhawatirkan: penyebaran HIV/AIDS yang terus meningkat dari tahun ke tahun, menyebar ke hampir seluruh kabupaten/kota tanpa terkecuali. Data yang dikumpulkan dari berbagai Dinas Kesehatan daerah menunjukkan tren kenaikan yang nyata — bukan hanya di […]

expand_less