Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Dari Galela ke Filipina, Komaruddin Nursi Kasman Bawa Sejarah Maluku Utara ke Panggung Internasional

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
  • visibility 72
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

FILIPINA — Sejarah lokal Maluku Utara kembali mendapat ruang di forum akademik internasional. Kali ini, perhatian tertuju pada Komaruddin Nursi Kasman Abdul Rahim, mahasiswa Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta yang tampil dalam National Conference on Local History and Heritage di Filipina.

Mahasiswa berusia 19 tahun yang akrab disapa Komar itu merupakan putra bungsu Dr. Kasman Hi. Ahmad, M.Pd., Wakil Bupati Halmahera Utara. Komar mendapat undangan resmi dari National Historical Commission of the Philippines (NHCP) untuk mempresentasikan hasil kajiannya pada Rabu, 26 Agustus 2026.

Dalam forum tersebut, Komar mengangkat penelitian berjudul “Balangingi & Tobelo-Galela: Dutch Newspaper Reports on Piracy and Slavery in Indonesian and Philippine Waters in the 19th Century.” Penelitian ini mempertemukan sejarah Tobelo-Galela dengan dinamika dunia maritim Asia Tenggara pada abad ke-19.

Kajian tersebut berangkat dari penelusuran terhadap pemberitaan surat kabar berbahasa Belanda yang merekam berbagai peristiwa di kawasan perairan Indonesia bagian timur dan Filipina selatan. Di dalamnya terdapat laporan mengenai perompakan, penyerangan, penangkapan manusia, serta praktik perdagangan budak yang berlangsung dalam jaringan maritim kawasan tersebut.

Komar melihat bahwa sejarah Indonesia dan Filipina pada masa lalu tidak dapat dibaca hanya berdasarkan batas-batas negara seperti yang dikenal sekarang. Laut justru menjadi ruang perjumpaan berbagai komunitas. Jalur pelayaran menghubungkan Laut Sulawesi, perairan Halmahera, Kepulauan Maluku dan wilayah Filipina selatan dalam sebuah jaringan mobilitas yang kompleks.

Dalam konteks itulah Tobelo dan Galela ditempatkan dalam penelitiannya. Kedua wilayah di pesisir utara Halmahera tersebut tidak berdiri sebagai ruang sejarah yang terisolasi, melainkan memiliki hubungan dengan perkembangan dunia maritim yang lebih luas.

Menariknya, penelitian Komar tidak semata-mata membaca dokumen kolonial sebagai fakta yang bersifat netral. Ia juga mempertanyakan bagaimana masyarakat maritim digambarkan oleh pemerintah dan media kolonial Belanda.

Menurut kajiannya, pemberitaan tentang perompakan dan perdagangan budak tidak terlepas dari kepentingan politik kolonial. Narasi mengenai ancaman keamanan di wilayah perairan dapat menjadi bagian dari pembenaran terhadap upaya pemerintah kolonial memperluas kontrolnya atas kawasan maritim.

Karena itu, sumber-sumber kolonial perlu dibaca secara kritis. Dokumen tersebut memang penting sebagai sumber sejarah, tetapi tidak selalu mewakili pengalaman dan suara masyarakat yang menjadi objek pemberitaan.

Bagi Komar sendiri, penelitian mengenai Tobelo-Galela bukan sekadar aktivitas akademik. Ada hubungan personal yang kuat dengan tema yang ditelitinya. Latar belakang keluarga yang memiliki keterikatan dengan Galela menjadi salah satu dorongan untuk menelusuri kembali jejak sejarah leluhur.

Tradisi lisan dan pengetahuan lokal kemudian dipertemukan dengan pendekatan historiografi dan metode penelitian sejarah yang diperolehnya selama menjalani pendidikan di UGM. Dari proses tersebut, sejarah keluarga dan sejarah lokal tidak hanya ditempatkan sebagai ingatan, tetapi mulai dikembangkan menjadi objek penelitian ilmiah.

Ketertarikan Komar terhadap sejarah Maluku Utara juga telah diwujudkan melalui karya buku. Pada 2026, ia menerbitkan buku berjudul “Perlawanan Rakyat Galela Tahun 1946–1949.” Buku tersebut menjadi bagian dari upayanya mendokumentasikan pengalaman sejarah masyarakat lokal sekaligus memperkenalkan kisah-kisah daerah kepada generasi muda.

Di lingkungan kampus, Komar juga aktif dalam organisasi mahasiswa. Pada 2026, ia dipercaya sebagai Ketua Himpunan Badan Keluarga Mahasiswa Sejarah (BKMS) FIB UGM.

Keterlibatannya dalam konferensi di Filipina menunjukkan bahwa isu sejarah lokal memiliki peluang untuk dibicarakan dalam konteks yang lebih luas. Sejarah Tobelo-Galela, misalnya, dapat menjadi pintu masuk untuk memahami hubungan masyarakat kepulauan di kawasan Asia Tenggara sebelum terbentuknya batas-batas negara modern.

Bagi Maluku Utara, kiprah tersebut memiliki arti tersendiri. Selama ini, banyak sejarah daerah hidup dalam ingatan keluarga, cerita para tetua, tradisi lisan, maupun dokumen yang tersebar dan belum banyak diteliti. Ketika pengetahuan tersebut dikaji menggunakan metode ilmiah, sejarah lokal dapat memasuki ruang akademik yang lebih luas.

Komar memperlihatkan bahwa kecintaan terhadap daerah tidak harus berhenti pada kebanggaan identitas. Ia dapat diwujudkan melalui penelitian, penulisan dan dokumentasi yang memungkinkan sejarah lokal dibaca oleh masyarakat yang lebih luas.

Dari Halmahera hingga Filipina, perjalanan akademik Komar sekaligus menunjukkan bahwa sejarah lokal Maluku Utara memiliki dimensi regional. Tobelo dan Galela bukan hanya bagian dari cerita sebuah daerah, tetapi juga dapat ditempatkan dalam sejarah maritim Asia Tenggara.

Pada usia yang masih sangat muda, Komar telah memilih jalur yang penting: membawa cerita dari kampung halaman ke meja akademik internasional. Dari sana, sejarah Tobelo-Galela tidak hanya menjadi ingatan masyarakat lokal, tetapi berpeluang menjadi bagian dari percakapan sejarah kawasan.

Sejarah lokal, ketika diteliti dengan serius, tidak pernah benar-benar lokal. Ia dapat menjadi jendela untuk memahami dunia yang lebih luas.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lagi, Penipuan Berkedok Investasi di Kota Ternate

    Lagi, Penipuan Berkedok Investasi di Kota Ternate

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • 0Komentar

    TERNATE — Linidaily.id, Kota Ternate belakangan ini kembali diguncang gelombang kasus penipuan berkedok investasi yang memakan banyak korban. Kerugian masyarakat yang ditimbulkan mencapai angka miliaran rupiah, sementara para pelaku memanfaatkan kedekatan sosial dan keinginan untung cepat untuk menarik dana. Data & Fakta di Lapangan Sepanjang Agustus 2026, Satreskrim Polres Ternate mencatat 99 laporan masuk ke […]

  • Tim Gabungan Gelar Penggeledahan di Cafe de’CLAN Signature, Dokumen dan Barang Bukti Diamankan Terkait Dugaan Korupsi Besar

    Tim Gabungan Gelar Penggeledahan di Cafe de’CLAN Signature, Dokumen dan Barang Bukti Diamankan Terkait Dugaan Korupsi Besar

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAKARTA – Linidaily.id Kegiatan penggeledahan besar-besaran dilakukan oleh tim gabungan Komando Tugas Penindakan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya di lokasi usaha Cafe de’CLAN Signature, yang beralamat di Jalan Cipete Raya Nomor 63, RT 06/RW 04, Kelurahan Cipete Selatan, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan. Operasi tersebut berlangsung selama […]

  • Perempuan, Vape, Dan Ilusi Emansipasi: Ketika Kesetaraan Dimanipulasi Oleh Sistem Kapitalisme

    Perempuan, Vape, Dan Ilusi Emansipasi: Ketika Kesetaraan Dimanipulasi Oleh Sistem Kapitalisme

    • calendar_month 15 jam yang lalu
    • 0Komentar

    Di sudut kafe dan area perkotaan hari ini, fenomena perempuan yang memegang rokok batangan atau mengembuskan asap pekat dari vape (rokok elektrik) bukan lagi hal yang asing. Survei Kesehatan Indonesia (SKI) dari Kementerian Kesehatan RI mencatat temuan bahwa proporsi perempuan yang mengonsumsi rokok elektrik menunjukkan pertumbuhan yang sangat cepat. Berdasarkan data pada kelompok perempuan usia […]

  • GPM Maluku Utara Desak KPK dan Kejagung Usut Dugaan Pelanggaran di Haltim

    GPM Maluku Utara Desak KPK dan Kejagung Usut Dugaan Pelanggaran di Haltim

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • 0Komentar

    Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Maluku Utara mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Agung memperluas penyelidikan terhadap dugaan pelanggaran hukum di lingkungan Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur. Organisasi itu juga meminta aparat penegak hukum memanggil dan memeriksa Sekretaris Daerah Haltim, Ricky Chairul Richfat, yang dikaitkan dengan sejumlah persoalan tata kelola daerah. Desakan tersebut […]

  • Kekerasan Seksual; Luka Dalam Diam

    Kekerasan Seksual; Luka Dalam Diam

    • calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
    • 0Komentar

    Kekerasan seksual merupakan salah satu persoalan sosial yang paling mengkhawatirkan di Indonesia saat ini. Kejahatan ini tidak hanya merampas hak, martabat, dan rasa aman korban, tetapi juga meninggalkan luka psikologis yang mendalam serta berdampak pada kualitas kehidupan masyarakat secara keseluruhan. Di Provinsi Maluku Utara, fenomena kekerasan seksual menunjukkan tren yang memerlukan perhatian serius dari pemerintah, […]

  • Wali Kota Tidore Tegas: Tidak Akan Biarkan PPPK dan Pegawai Paruh Waktu Dirumahkan

    Wali Kota Tidore Tegas: Tidak Akan Biarkan PPPK dan Pegawai Paruh Waktu Dirumahkan

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • 0Komentar

    TIDORE, Linidaily.id Di tengah tekanan berat kondisi keuangan daerah akibat pemangkasan dana transfer pusat, Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen secara tegas menyatakan akan membela dan menjamin keberlanjutan kerja seluruh Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) serta pegawai paruh waktu di lingkungan pemerintah daerah. Ia menegaskan menolak keras langkah merumahkan atau memutus hubungan kerja mereka […]

expand_less