Festival Buku Malut 2026: Terbuka Umum & Penghargaan Tokoh
- account_circle Redaksi
- calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
- visibility 92
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TERNATE — Linidaily.id. Festival Buku Maluku Utara 2026 yang digelar pada Jumat–Sabtu, 11–12 September 2026 terbuka secara bebas untuk seluruh lapisan masyarakat: pelajar, mahasiswa, pegiat literasi, maupun masyarakat umum.
Seluruh peserta dapat mengikuti beragam kegiatan mulai dari pelatihan kelas menulis, diskusi buku, pertemuan penulis, hingga pertunjukan seni tanpa batasan.
Ajang ini bukan hanya pameran karya, melainkan perayaan besar semangat literasi sekaligus lahirnya Yayasan Rumah Buku Maluku Utara dan peluncuran 99 buku karya anak negeri, menjadi bukti kekayaan intelektual yang terus tumbuh di provinsi kepulauan ini.
Jumat 11 September: Pembukaan Resmi dan Peluncuran Besar
Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIT dengan persiapan panitia dan pemasangan stan buku, diselingi ibadah Shalat Jumat. Sebagai pembuka khidmat, seluruh peserta yang hadir melaksanakan 15 Menit Membaca Buku Serentak pukul 14.00–16.00 WIT, di mana setiap orang membawa bacaan masing-masing dari rumah.
Puncak pembukaan digelar di Panggung Besar mulai pukul 16.30 WIT, dibuka dengan pembacaan QS Al-‘Alaq ayat 1–8 dan doa. Rangkaian acara mencakup laporan panitia, sambutan Ketua ICMI Orwil Maluku Utara Dr. Kasman Hi. Ahmad, M.Pd, hingga sambutan sekaligus pembukaan resmi oleh Gubernur atau Wakil Gubernur Maluku Utara. Dalam sesi ini secara simbolis ditandatangani dan diluncurkan Yayasan Rumah Buku Maluku Utara beserta 99 judul buku karya penulis asal daerah.
Pukul 20.15–22.30 WIT dilanjutkan diskusi buku “Sekolah Rumah Pendidikan” bersama pembicara Dr. Muamar A. Halil dan Sabaria Umahuk, S.Pd, M.Si dan dipandu oleh Ali Lating, S.IP, M.A.
Sabtu 12 September: Kelas Menulis, Diskusi, dan Penghargaan Tokoh
Hari kedua dipenuhi beragam kegiatan yang dapat diikuti oleh siapa saja — pelajar, mahasiswa, maupun pegiat literasi — untuk mengembangkan kemampuan dan memperluas wawasan:
– 08.30–11.30 WIT — Kelas Penulisan Kreatif di Ruang Kadis Kebudayaan Kota Ternate: Teknik Menulis Sajak/Puisi bersama sastrawan Zainuddin M. Arie, dilanjutkan praktik penulisan langsung bagi peserta.
– 10.00–13.00 WIT — Sesi utama Bacarita Tentang Buku bertema “Buku & Ekosistem Literasi Maluku Utara” di Pendopo Benteng Oranje. Pemantik: Prof. Gufran Ghalim Umabaihi, Dr. Kasman Hi. Ahmad, M.Pd, dan Dr. Abubakar Abdullah, M.Pd, dipandu La Ode Arman Ahmad.
– 13.30–16.00 WIT — Dua kelas praktik berjalan beriringan: Teknik Menulis Laporan Investigasi bersama jurnalis Tempo Budi Nurgianto, serta Tips & Trik Menulis Esai bersama M. Asghar Saleh, dipandu Sofyan Togubu.
– 16.00–18.00 WIT — Sesi Meet and Greet bersama tokoh literasi Marjorie Amal, Syafitri Zahra Togubu, dan Ghalim Umabaihi, tempat bertukar pikiran langsung antara penulis dan pembaca.
Penutupan: Penghargaan untuk Dua Tokoh Penggerak
Puncak penutupan Festival Buku Maluku Utara 2026 diwarnai pemberian Penghargaan Tokoh Penggerak Literasi dan Pendidikan kepada dua sosok yang telah lama mengabdi bagi kemajuan intelektual Maluku Utara:
1. Drs. H. M. Jusuf Abdulrahman — dianugerahi penghargaan sebagai Tokoh Pendidikan, atas dedikasi panjangnya membangun dan memajukan dunia pendidikan di wilayah ini.
2. Adnan Amal, SH — dianugerahi penghargaan sebagai Tokoh Literasi, yang telah banyak menyumbangkan pemikiran melalui karya tulis bermutu, salah satunya karya terkenal “Kepulauan Rempah” yang mengangkat sejarah dan kekayaan budaya Maluku Utara ke kancah yang lebih luas.
Acara kemudian diisi penampilan Musikalisasi Puisi pukul 20.00–20.45 WIT dari Budi Janglaha, Enal Fals, serta Komunitas Sastra A2W, sebelum seluruh rangkaian ditutup secara resmi.
Festival Buku Maluku Utara 2026 bukan sekadar pertemuan sesaat — ia terbuka lebar bagi siapa saja yang mencintai tulisan dan bacaan, menjadi ruang belajar tanpa sekat, sekaligus penghormatan kepada para pendahulu yang telah meletakkan batu pertama peradaban tulisan di tanah kepulauan ini.
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar