Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Sepekan di Tiga Desa Morotai Selatan Barat, PUKAT Malut dan Blue Ventures Buka Jalan Pendampingan Perikanan Berbasis Masyarakat

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
  • visibility 119
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MOROTAI – Pendampingan masyarakat pesisir di Kabupaten Pulau Morotai resmi dimulai. Tim PUKAT Maluku Utara bersama Blue Ventures berada di tiga desa Kecamatan Morotai Selatan Barat, yaitu Waringin, Usbar Pantai, dan Tiley Pantai, pada 25 September hingga 2 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi langkah pertama dari pendampingan pengelolaan perikanan berbasis masyarakat yang direncanakan berlangsung hingga Juni 2028.Selama sepekan itu, Desa Waringin menjadi basecamp tim PUKAT Maluku Utara. Dari sana, tim bergerak menjalankan lima kegiatan yang bersumber dari pilar community-based fisheries management (CBFM), pengamanan hak, relasi pemangku kepentingan dan tata kelola (SR), inklusi keuangan (FI), serta ketahanan pangan (FS). Tim tidak langsung membawa rencana jadi. Mereka memulainya dengan mengenalkan program, memahami siapa saja yang terlibat, dan mengumpulkan gambaran awal tentang kehidupan warga.Mengenalkan program lewat sosialisasi

Kegiatan pertama adalah peningkatan kesadaran dan sosialisasi. Tim menjelaskan maksud program kepada warga: pengelolaan perikanan tidak hanya soal menjaga stok ikan, tetapi juga tentang masa depan nelayan dan keluarganya. Warga perlu memahami lebih dulu apa yang akan dikerjakan bersama dan apa manfaatnya bagi desa.

Memetakan pihak yang berkepentingan

Kegiatan kedua adalah pemetaan pemangku kepentingan. Tim mencatat siapa saja yang berperan dalam urusan pesisir dan perikanan di tiga desa itu, mulai dari kelompok warga, tokoh masyarakat, hingga lembaga yang berwenang. Pemetaan ini membantu tim memahami hubungan antarpihak serta menentukan siapa yang perlu dilibatkan pada setiap tahap pendampingan.

Menggandeng pemerintah

Hasil pemetaan ditindaklanjuti lewat kegiatan ketiga, yakni penjangkauan pemangku kepentingan dari unsur pemerintah yang relevan. Pengelolaan perikanan di tingkat desa tidak bisa berdiri sendiri. Dukungan pemerintah, baik di tingkat desa maupun di atasnya, dibutuhkan agar kesepakatan warga memiliki pijakan yang kuat dan berkelanjutan.

Berkenalan langsung dengan komunitas

Kegiatan keempat berlangsung di tengah warga. Tim melakukan perkenalan awal ke komunitas, membangun keterlibatan, dan mensosialisasikan topik ketahanan pangan. Kebutuhan keluarga pesisir tidak berhenti pada hasil tangkapan. Pangan yang cukup dan beragam di tingkat rumah tangga turut menentukan seberapa besar tekanan warga terhadap sumber daya laut.

Mengenal desa lewat data

Kegiatan kelima adalah survei profil komunitas di tiga desa. Survei ini menjadi bahan dasar bagi tim untuk memahami kondisi sosial dan ekonomi warga sebelum menyusun langkah berikutnya. Tanpa gambaran awal yang jelas, program berisiko meleset dari kebutuhan nyata di lapangan. Data tersebut juga dapat menjadi titik pembanding untuk melihat perubahan selama pendampingan berjalan.

Awal dari rangkaian panjang

Direktur Program PUKAT Maluku Utara, Dr. Muhammad Assagaf, menegaskan bahwa pekan ini barulah permulaan.”Kegiatan sepekan ini menjadi awal dari rangkaian kegiatan dengan fokus pada empat pilar yang diimplementasikan dalam 48 kegiatan, dengan tujuan akhir menjadi fondasi yang kokoh dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tiga desa melalui pengelolaan perikanan berbasis masyarakat sesuai dengan potensi desa masing-masing,” ujarnya.

Sambutan dari tuan rumah

Dukungan warga terasa sejak hari-hari awal. Kepala Desa Waringin, menyampaikan rasa syukurnya karena desanya dipilih sebagai basecamp kegiatan.

“Saya sangat mendukung dan merasa beruntung bahwa Desa Waringin menjadi pilihan di antara banyak desa pesisir di Kecamatan Morselbar. Semoga ikhtiar ini bermanfaat dan dapat meningkatkan kesejahteraan, khususnya masyarakat Desa Waringin dan umumnya dua desa lain yang menjadi lokus dari kegiatan ini,” ujarnya.

Pelajaran dari pekan pertama

Sepekan di lapangan memberi banyak pelajaran. Tiap desa memiliki karakter, kebutuhan, dan kesiapan yang berbeda, sehingga pendekatan yang seragam tidak akan efektif. Kelima kegiatan itu juga menunjukkan bahwa kerja bersama masyarakat dimulai dari hal mendasar: memperkenalkan diri, mendengar, dan mencatat dengan cermat.

Jalan masih panjang

Rentang pendampingan hingga Juni 2028 memberi ruang bagi proses yang bertahap. Perubahan dalam pengelolaan perikanan jarang terjadi dalam hitungan bulan. Ia tumbuh dari pertemuan yang berulang, kesepakatan yang dijaga, dan hasil nyata yang dirasakan warga. Karena itu, pekan pertama ini lebih tepat dipandang sebagai fondasi daripada pencapaian akhir.Jika fondasi itu dirawat, Waringin, Usbar Pantai, dan Tiley Pantai berpeluang menjadi contoh bagi desa pesisir lain di Maluku Utara tentang bagaimana warga, pemerintah, dan mitra pendamping dapat menjaga laut sekaligus kesejahteraan keluarga.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dugaan Jual Beli IUP Haltim LKBHMI Cabang Ternate Desak Kejati Bongkar hingga Tuntas

    Dugaan Jual Beli IUP Haltim LKBHMI Cabang Ternate Desak Kejati Bongkar hingga Tuntas

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • 0Komentar

    HALMAHERA TIMUR – Dugaan praktik jual beli Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Kabupaten Halmahera Timur kembali menyita perhatian publik. Persoalan yang sebelumnya dianggap sebatas polemik perizinan kini mulai dipandang sebagai persoalan serius yang menyentuh aspek tata kelola pemerintahan, pengelolaan sumber daya alam, hingga dugaan tindak pidana korupsi. Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum Mahasiswa Islam (LKBHMI) Cabang […]

  • Diduga Tanpa Izin, Aktivitas Galian C Arifin Malagapi di Kali Oba Disorot Warga

    Diduga Tanpa Izin, Aktivitas Galian C Arifin Malagapi di Kali Oba Disorot Warga

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • 0Komentar

    Aktivitas penambangan batuan di Kali Oba Jembatan Satu, Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan, diduga masih terus dilakukan oleh pengusaha galian C, Arifin Malagapi, meski belum mengantongi izin resmi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui sistem OSS RBA. Selain dugaan penambangan tanpa izin, Arifin juga disebut membangun sarana pendukung usaha berupa mess […]

  • OpenClaw Resmi Luncurkan Aplikasi Mobile, Bawa Kemampuan Agen AI Otonom ke Genggaman Tangan

    OpenClaw Resmi Luncurkan Aplikasi Mobile, Bawa Kemampuan Agen AI Otonom ke Genggaman Tangan

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAKARTA, Linidaily.id – Platform kecerdasan buatan sumber terbuka OpenClaw kini resmi hadir dalam bentuk aplikasi yang dapat diunduh untuk perangkat Android maupun iOS. Peluncuran ini memungkinkan pengguna menjalankan agen AI secara langsung melalui ponsel pintar, sehingga beragam tugas otomatis dapat diselesaikan kapan saja dan di mana saja tanpa harus bergantung pada komputer. Informasi ini disampaikan […]

  • PHK Massal Weda Bay Nickel Ancam Ribuan Pekerja, DPRD Malut Minta Pemprov Segera Cari Solusi

    PHK Massal Weda Bay Nickel Ancam Ribuan Pekerja, DPRD Malut Minta Pemprov Segera Cari Solusi

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • 0Komentar

    Linidaily.id – Rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang akan dilakukan PT Weda Bay Nickel (WBN) akibat pemangkasan kuota produksi nikel dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2025 menuai sorotan serius dari DPRD Provinsi Maluku Utara (Malut). Kebijakan pengurangan kuota produksi nasional yang ditetapkan pemerintah pusat diperkirakan berdampak terhadap sekitar 10 ribu tenaga kerja […]

  • Status Nurlaela Syarif Tentang PJU Cepat di Respon

    Status Nurlaela Syarif Tentang PJU Cepat di Respon

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • 0Komentar

    Tidak menunggu waktu yang lama, tulisan Nurlaela Syarif di akun yang mempertanyakan Duit PJU Warga mendapat respon dari Pemerintah kota, terutama Dinas Perhubungan Kota Ternate. Informasi ini ditulis Nurlaela di status medsos FB nya; Jalan di Ngade So Terang. Lampu Jalan Sebelah Mana Lagi yang Masih Gelap? Nurlaela bersyukur Pemerintah Kota merespon keluhannya “​Alhamdulillah, laporan […]

  • Buku: Media Abadi di Tengah Digitalisasi

    Buku: Media Abadi di Tengah Digitalisasi

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • 0Komentar

    Catatan Hari Buku 17 Mei 17 Mei (kemarin) bangsa Indonesia memperingati hari buku Nasional. Dicetuskan pertama kali pada 2002 oleh Menteri Pendidikan Nasional saat itu, A. Malik Fajar. Tanggal ini dipilih karena bertepatan dengan hari berdirinya Perpustakaan Nasional RI (PERPUSNAS) berdasarkan Keputusan Mendikbud nomor 0164/0/1980. Peringatan hari buku ini sebenarnya berangkat dari keprihatinan Mendikbud pada […]

expand_less