Rabu, 17 Jun 2026
light_mode

Buku: Media Abadi di Tengah Digitalisasi

  • account_circle Syarifuddin Usman
  • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
  • visibility 157
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Catatan Hari Buku 17 Mei

17 Mei (kemarin) bangsa Indonesia memperingati hari buku Nasional. Dicetuskan pertama kali pada 2002 oleh Menteri Pendidikan Nasional saat itu, A. Malik Fajar.

Tanggal ini dipilih karena bertepatan dengan hari berdirinya Perpustakaan Nasional RI (PERPUSNAS) berdasarkan Keputusan Mendikbud nomor 0164/0/1980.

Peringatan hari buku ini sebenarnya berangkat dari keprihatinan Mendikbud pada data UNESCO 2002 menunjukkan Tingkat literasi Indonesia hanya 87,9%, di bawah Malaysia, Vietnam dan Thailand. Produksi bukupun baru sekitar 18.000 judul/tahun, jauh tertinggal dari Jepang (40.000) dan China (140.000)

Bagaimana saat ini? Menurut data.goodstats.id tingkat Literasi di Asia Tenggara, Indonesia mencapai 96,53%, menempati peringkat ke-5 di ASEAN. Angka ini berada sedikit di atas Malaysia 95,71%, tetapi di bawah Vietnam 98,63%. Untuk tingkat kegemaran membaca Indonesia no urut ke tiga 5,91 buku per tahun atau 129 jam per tahun dibawah Singapura 6,72 buku per tahun atau 155 jam per tahun dan Thailand 6,37 buku per tahun atau 149 jam per tahun. Setelah Indonesia ada Filipina urutan ke empat, Vietnam urutan ke lima dan Malaysia urutan ke enam. Ini untuk Kawasan Asia Tenggara.

Berdasarkan hasil studi Programme for International Student Assessment (PISA) 2022, Indonesia menempati peringkat ke-63 dari 81 negara untuk kemampuan literasi membaca.
Dalam hal kuantitas penerbitan buku secara nasional, Indonesia merupakan salah satu yang paling produktif di Asia Tenggara. Indonesia menerbitkan sekitar 30.000 judul buku per tahun, Malaysia menerbitkan sekitar 19.000 judul buku per tahun, Thailand menerbitkan sekitar 17.000 judul buku per tahun dan Vietnam berdasarkan data historis yang dihimpun UNESCO/Wikipedia, berada di kisaran 24.000 judul buku.

Digitalisasi dan Tantangan bagi Buku Cetak

Namun, di tengah gempuran digitalisasi saat ini, buku tetap bertahan sebagai media abadi yang memiliki nilai istimewa. Buku bukan sekadar media penyampai informasi, melainkan juga wadah gagasan, budaya, dan peradaban yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Kehadiran teknologi digital memang membawa tantangan bagi eksistensi buku cetak. Data menunjukkan bahwa banyak orang kini lebih memilih membaca melalui layar ponsel atau tablet karena dianggap lebih praktis dan efisien. E-book, artikel daring, dan audiobook menjadi alternatif yang diminati, terutama oleh generasi muda.

Meskipun informasi digital menawarkan kecepatan akses, tidak semua konten di internet memiliki keakuratan dan kedalaman yang sama seperti buku. Buku melalui proses kurasi, penyuntingan, dan penerbitan yang ketat, sehingga isinya dapat dipertanggungjawabkan.

Selain itu, membaca buku juga memberikan pengalaman berbeda. Kita bisa fokus, tenggelam dalam alur cerita, dan memahami isi buku secara utuh tanpa gangguan notifikasi atau iklan seperti saat membaca di layar gadget.

Sejak dulu, buku telah menjadi sarana utama untuk menyimpan dan menyebarkan ilmu pengetahuan. Dari kitab-kitab kuno hingga buku-buku modern, manusia selalu mencatat berbagai hal penting dalam bentuk tulisan yang dibukukan. Buku memungkinkan kita untuk mempelajari berbagai topik secara sistematis, terstruktur, dan mendalam.

Menurut laporan Nielsen BookScan (2022) menunjukkan bahwa 70% penjualan buku global masih berasal dari buku fisik artinya, buku cetak masih tetap dominan. E-Book di posisi kedua dengan pertumbuhan e-book melambat. Meskipun meningkat pesat pada 2010-an, penjualan e-book cenderung stagnan sejak 2019.
Data dari Pew Research Center (2023) menyebutkan bahwa Gen Z menunjukkan ketertarikan baru terhadap buku fisik, terutama karena estetika dan pengalaman sensorik yang diberikan.

Buku dan Digitalisasi: Bukan Saingan, tapi Pelengkap

Meski terlihat saling bersaing, buku dan teknologi digital sejatinya bisa berjalan berdampingan. Kehadiran e-book dan audiobook justru membuka peluang baru dalam dunia literasi. Buku kini dapat diakses dalam berbagai format, memudahkan siapa saja untuk membaca di mana saja dan kapan saja.

Banyak perpustakaan, toko buku, dan penerbit yang sudah menyediakan versi digital dari buku-buku cetak. Bahkan beberapa penulis muda kini memulai karier mereka lewat platform digital sebelum menerbitkan buku fisik.

Kolaborasi antara buku cetak dan digital inilah yang seharusnya dimanfaatkan untuk meningkatkan literasi di era modern.

Mengapa Buku Tetap Istimewa di Era Digital?

Ada beberapa alasan mengapa buku tetap memiliki nilai istimewa, meskipun digitalisasi berkembang pesat, pertama, pengalaman membaca yang lebih mendalam. Membaca buku fisik memberikan pengalaman membaca tanpa gangguan digital. Aroma kertas, lembaran yang disentuh, serta kenikmatan menyusuri halaman demi halaman memberikan sensasi yang tidak ditemukan di layer. Kedua, kredibilitas Isi. Buku melalui proses penulisan, penyuntingan, dan penerbitan yang terkontrol sehingga isi dan referensinya bisa dipertanggungjawabkan. Berbeda dengan konten digital yang kadang kurang valid. Ketiga, Sebagai Warisan Budaya dan Sejarah. Buku menjadi saksi perjalanan peradaban manusia. Banyak karya sastra, catatan sejarah, dan teori ilmiah yang tercatat dalam buku dan masih relevan hingga saat ini. Keempat, Tidak Bergantung Teknologi. Buku fisik dapat dibaca kapan saja tanpa perlu baterai atau jaringan internet. Di saat tertentu, buku justru menjadi penyelamat di saat akses teknologi terbatas. Bahkan menjadi teman perjalanan yang menyenangkan.

So,…selebihnya, tetap menjaga kewarasan dengan terus membaca. Baik membaca dalam format buku (fisik) maupun dalam bentuk digital. Keduanya sama-sama menambah pengetahuan dan pengalaman. Selamat Hari Buku dan selalu terus membaca.

  • Penulis: Syarifuddin Usman

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diduga Terlibat Pelanggaran Perijinan dan Kewajiban, PT ASP Dilaporkan ke Kejaksaan Agung

    Diduga Terlibat Pelanggaran Perijinan dan Kewajiban, PT ASP Dilaporkan ke Kejaksaan Agung

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • 0Komentar

    Jakarta —Dugaan tindak pidana korupsi dalam sektor pertambangan kembali mencuat. Kali ini, PT Anugerah Surya Pratama (PT ASP) dilaporkan ke Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) Kejaksaan Agung RI atas indikasi pelanggaran dalam kegiatan usaha, proses perizinan, serta kewajiban lingkungan hidup. Dalam laporan yang diterima oleh media ini, jajaran direksi PT ASP yang […]

  • PHK Massal Weda Bay Nickel Ancam Ribuan Pekerja, DPRD Malut Minta Pemprov Segera Cari Solusi

    PHK Massal Weda Bay Nickel Ancam Ribuan Pekerja, DPRD Malut Minta Pemprov Segera Cari Solusi

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • 0Komentar

    Linidaily.id – Rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang akan dilakukan PT Weda Bay Nickel (WBN) akibat pemangkasan kuota produksi nikel dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2025 menuai sorotan serius dari DPRD Provinsi Maluku Utara (Malut). Kebijakan pengurangan kuota produksi nasional yang ditetapkan pemerintah pusat diperkirakan berdampak terhadap sekitar 10 ribu tenaga kerja […]

  • Di Bawah Bayang-Bayang “Zona Merah”: KPK Beri Ultimatum 3 Bulan, Pemkot Ternate Dipaksa Benahi Lubang Hitam Anggaran dan PBJ

    Di Bawah Bayang-Bayang “Zona Merah”: KPK Beri Ultimatum 3 Bulan, Pemkot Ternate Dipaksa Benahi Lubang Hitam Anggaran dan PBJ

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • 0Komentar

    TERNATE Linidaily.id – Status Kota Ternate sebagai daerah yang berada dalam kategori “rentan korupsi” bukan lagi sekadar peringatan dini, melainkan alarm darurat yang menuntut aksi nyata. Setelah hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tahun 2025 menempatkan Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate di zona merah. Lembaga antirasuah tersebut turun langsung memberikan ultimatum tegas: lakukan […]

  • Didatangi Tim Korsupgah KPK, Pemprov Malut Tepis Dugaan Monopoli Proyek dan Rangkap Jabatan

    Didatangi Tim Korsupgah KPK, Pemprov Malut Tepis Dugaan Monopoli Proyek dan Rangkap Jabatan

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • 0Komentar

    SOFIFI Linidaily.id Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Malut) menegaskan komitmennya untuk mematuhi seluruh regulasi pengadaan barang dan jasa pasca kunjungan tim Koordinasi dan Supervisi Pencegahan (Korsupgah) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kunjungan tersebut dilakukan di kediaman dinas Wakil Gubernur Malut di Ternate pada Kamis (11/6/2026). Sekretaris Daerah (Sekda) Malut, Samsuddin Abdul Kadir, menjelaskan bahwa kehadiran tim […]

  • Dialog Publik: Perempuan dan Krisis Ekologis Kepulauan

    Dialog Publik: Perempuan dan Krisis Ekologis Kepulauan

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • 0Komentar

    Krisis ekologis di wilayah kepulauan kini tidak lagi sekadar dipahami sebagai isu kerusakan lingkungan, melainkan telah menjadi tantangan serius yang berdampak langsung pada aspek sosial, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat. Di tengah situasi ini, perspektif perempuan dinilai sangat penting untuk mendorong lahirnya kebijakan yang lebih inklusif serta berorientasi pada keberlanjutan lingkungan. Kegiatan ini diselenggarakan pada Sabtu […]

  • Jual Beli IUP ; LKBHMI Cabang Ternate Desak Aparat Usut Dugaan Korupsi hingga Tuntas

    Jual Beli IUP ; LKBHMI Cabang Ternate Desak Aparat Usut Dugaan Korupsi hingga Tuntas

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • 0Komentar

    Linidaily.id– Dugaan praktik jual beli Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Kabupaten Halmahera Timur kembali menjadi sorotan publik. Kasus yang disebut melibatkan sejumlah pejabat daerah tersebut dinilai tidak sekadar persoalan administrasi perizinan, melainkan berpotensi mengarah pada tindak pidana korupsi yang merugikan negara dan masyarakat. Direktur Bidang Kajian dan Riset Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum HMI (LKBHMI) […]

expand_less