Jumat, 14 Agu 2026
light_mode

Buku: Media Abadi di Tengah Digitalisasi

  • account_circle Syarifuddin Usman
  • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
  • visibility 170
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Catatan Hari Buku 17 Mei

17 Mei (kemarin) bangsa Indonesia memperingati hari buku Nasional. Dicetuskan pertama kali pada 2002 oleh Menteri Pendidikan Nasional saat itu, A. Malik Fajar.

Tanggal ini dipilih karena bertepatan dengan hari berdirinya Perpustakaan Nasional RI (PERPUSNAS) berdasarkan Keputusan Mendikbud nomor 0164/0/1980.

Peringatan hari buku ini sebenarnya berangkat dari keprihatinan Mendikbud pada data UNESCO 2002 menunjukkan Tingkat literasi Indonesia hanya 87,9%, di bawah Malaysia, Vietnam dan Thailand. Produksi bukupun baru sekitar 18.000 judul/tahun, jauh tertinggal dari Jepang (40.000) dan China (140.000)

Bagaimana saat ini? Menurut data.goodstats.id tingkat Literasi di Asia Tenggara, Indonesia mencapai 96,53%, menempati peringkat ke-5 di ASEAN. Angka ini berada sedikit di atas Malaysia 95,71%, tetapi di bawah Vietnam 98,63%. Untuk tingkat kegemaran membaca Indonesia no urut ke tiga 5,91 buku per tahun atau 129 jam per tahun dibawah Singapura 6,72 buku per tahun atau 155 jam per tahun dan Thailand 6,37 buku per tahun atau 149 jam per tahun. Setelah Indonesia ada Filipina urutan ke empat, Vietnam urutan ke lima dan Malaysia urutan ke enam. Ini untuk Kawasan Asia Tenggara.

Berdasarkan hasil studi Programme for International Student Assessment (PISA) 2022, Indonesia menempati peringkat ke-63 dari 81 negara untuk kemampuan literasi membaca.
Dalam hal kuantitas penerbitan buku secara nasional, Indonesia merupakan salah satu yang paling produktif di Asia Tenggara. Indonesia menerbitkan sekitar 30.000 judul buku per tahun, Malaysia menerbitkan sekitar 19.000 judul buku per tahun, Thailand menerbitkan sekitar 17.000 judul buku per tahun dan Vietnam berdasarkan data historis yang dihimpun UNESCO/Wikipedia, berada di kisaran 24.000 judul buku.

Digitalisasi dan Tantangan bagi Buku Cetak

Namun, di tengah gempuran digitalisasi saat ini, buku tetap bertahan sebagai media abadi yang memiliki nilai istimewa. Buku bukan sekadar media penyampai informasi, melainkan juga wadah gagasan, budaya, dan peradaban yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Kehadiran teknologi digital memang membawa tantangan bagi eksistensi buku cetak. Data menunjukkan bahwa banyak orang kini lebih memilih membaca melalui layar ponsel atau tablet karena dianggap lebih praktis dan efisien. E-book, artikel daring, dan audiobook menjadi alternatif yang diminati, terutama oleh generasi muda.

Meskipun informasi digital menawarkan kecepatan akses, tidak semua konten di internet memiliki keakuratan dan kedalaman yang sama seperti buku. Buku melalui proses kurasi, penyuntingan, dan penerbitan yang ketat, sehingga isinya dapat dipertanggungjawabkan.

Selain itu, membaca buku juga memberikan pengalaman berbeda. Kita bisa fokus, tenggelam dalam alur cerita, dan memahami isi buku secara utuh tanpa gangguan notifikasi atau iklan seperti saat membaca di layar gadget.

Sejak dulu, buku telah menjadi sarana utama untuk menyimpan dan menyebarkan ilmu pengetahuan. Dari kitab-kitab kuno hingga buku-buku modern, manusia selalu mencatat berbagai hal penting dalam bentuk tulisan yang dibukukan. Buku memungkinkan kita untuk mempelajari berbagai topik secara sistematis, terstruktur, dan mendalam.

Menurut laporan Nielsen BookScan (2022) menunjukkan bahwa 70% penjualan buku global masih berasal dari buku fisik artinya, buku cetak masih tetap dominan. E-Book di posisi kedua dengan pertumbuhan e-book melambat. Meskipun meningkat pesat pada 2010-an, penjualan e-book cenderung stagnan sejak 2019.
Data dari Pew Research Center (2023) menyebutkan bahwa Gen Z menunjukkan ketertarikan baru terhadap buku fisik, terutama karena estetika dan pengalaman sensorik yang diberikan.

Buku dan Digitalisasi: Bukan Saingan, tapi Pelengkap

Meski terlihat saling bersaing, buku dan teknologi digital sejatinya bisa berjalan berdampingan. Kehadiran e-book dan audiobook justru membuka peluang baru dalam dunia literasi. Buku kini dapat diakses dalam berbagai format, memudahkan siapa saja untuk membaca di mana saja dan kapan saja.

Banyak perpustakaan, toko buku, dan penerbit yang sudah menyediakan versi digital dari buku-buku cetak. Bahkan beberapa penulis muda kini memulai karier mereka lewat platform digital sebelum menerbitkan buku fisik.

Kolaborasi antara buku cetak dan digital inilah yang seharusnya dimanfaatkan untuk meningkatkan literasi di era modern.

Mengapa Buku Tetap Istimewa di Era Digital?

Ada beberapa alasan mengapa buku tetap memiliki nilai istimewa, meskipun digitalisasi berkembang pesat, pertama, pengalaman membaca yang lebih mendalam. Membaca buku fisik memberikan pengalaman membaca tanpa gangguan digital. Aroma kertas, lembaran yang disentuh, serta kenikmatan menyusuri halaman demi halaman memberikan sensasi yang tidak ditemukan di layer. Kedua, kredibilitas Isi. Buku melalui proses penulisan, penyuntingan, dan penerbitan yang terkontrol sehingga isi dan referensinya bisa dipertanggungjawabkan. Berbeda dengan konten digital yang kadang kurang valid. Ketiga, Sebagai Warisan Budaya dan Sejarah. Buku menjadi saksi perjalanan peradaban manusia. Banyak karya sastra, catatan sejarah, dan teori ilmiah yang tercatat dalam buku dan masih relevan hingga saat ini. Keempat, Tidak Bergantung Teknologi. Buku fisik dapat dibaca kapan saja tanpa perlu baterai atau jaringan internet. Di saat tertentu, buku justru menjadi penyelamat di saat akses teknologi terbatas. Bahkan menjadi teman perjalanan yang menyenangkan.

So,…selebihnya, tetap menjaga kewarasan dengan terus membaca. Baik membaca dalam format buku (fisik) maupun dalam bentuk digital. Keduanya sama-sama menambah pengetahuan dan pengalaman. Selamat Hari Buku dan selalu terus membaca.

  • Penulis: Syarifuddin Usman

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KEGAGALAN BIROKRASI DAN PENGKHIANATAN AMANAH PEMBANGUNAN

    KEGAGALAN BIROKRASI DAN PENGKHIANATAN AMANAH PEMBANGUNAN

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • 0Komentar

    Pembangunan Rumah Sakit Pratama di Kabupaten Halmahera Barat yang semula digadang-gadang sebagai solusi utama atas keterbatasan fasilitas kesehatan, kini justru menjadi cermin buram wajah tata kelola pemerintahan daerah. Dengan alokasi anggaran sebesar Rp 42,9 Miliar bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik, proyek ini sejatinya membawa harapan besar bagi masyarakat yang selama ini hidup terisolasi […]

  • Novel Orang-Orang Sederhana; Kesaksian Seorang Petugas Medis

    Novel Orang-Orang Sederhana; Kesaksian Seorang Petugas Medis

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • 0Komentar

    Sebagai seorang tenaga medis, Sadli memulainya dari desa desa terpencil di Halmahera Timur dan Selanjutnya dipindahtugaskan ke Halmahera Barat .Banyak yang dia saksikan terutama soal eksploitasi lahan oleh perusahaan tambang. Bagaimana ruang hidup mereka “di rampas” oleh dan atas nama pemerintah dan ironisnya dipekerjakan di lahan mereka sendiri. Sebagai seorang tenaga medis, Sadli memulainya dari […]

  • Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana; Nanik Sudaryati Deyang Ganti Posisi

    Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana; Nanik Sudaryati Deyang Ganti Posisi

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • 0Komentar

    Presiden Prabowo Subianto mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). “Pada hari ini Selasa, tanggal 2 Juni tahun 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional,” kata Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam jumpa pers di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (2/6/2026) malam. Dadan tak sendiri, Prabowo […]

  • Dari Semangkuk Bubur Manado, Lahir Gagasan Besar untuk Pangan Maluku Utara

    Dari Semangkuk Bubur Manado, Lahir Gagasan Besar untuk Pangan Maluku Utara

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • 0Komentar

    Ternate 18 Juni 2026!. Kamis pagi itu udara Ternate terasa segar. Di sudut warung Bubur Manado yang berdiri tak jauh dari pagar Stadion Gelora Kieraha, enam orang duduk mengelilingi meja kayu sederhana. Uap panas mengepul dari mangkuk-mangkuk bubur yang baru disajikan, sementara percakapan di antara mereka perlahan mengalir, dari basa-basi pagi hari menuju sesuatu yang […]

  • Tim Gabungan Gelar Penggeledahan di Cafe de’CLAN Signature, Dokumen dan Barang Bukti Diamankan Terkait Dugaan Korupsi Besar

    Tim Gabungan Gelar Penggeledahan di Cafe de’CLAN Signature, Dokumen dan Barang Bukti Diamankan Terkait Dugaan Korupsi Besar

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAKARTA – Linidaily.id Kegiatan penggeledahan besar-besaran dilakukan oleh tim gabungan Komando Tugas Penindakan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya di lokasi usaha Cafe de’CLAN Signature, yang beralamat di Jalan Cipete Raya Nomor 63, RT 06/RW 04, Kelurahan Cipete Selatan, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan. Operasi tersebut berlangsung selama […]

  • Ketua FPPPMU Minta Karo BPBJ Malut Tidak Monopoli Proyek, Tekankan Prinsip Transparansi dan Keadilan

    Ketua FPPPMU Minta Karo BPBJ Malut Tidak Monopoli Proyek, Tekankan Prinsip Transparansi dan Keadilan

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • 0Komentar

    TERNATE – Ketua Forum Pejuang Pemekaran Provinsi Maluku Utara (FPPPMU), Arsad S. Sangaji, meminta Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Provinsi Maluku Utara, Hairil Hi. Hukum, ST, agar memastikan seluruh proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Provinsi Maluku Utara berjalan secara transparan, adil, dan tidak memberikan ruang bagi praktik monopoli proyek. Menurut […]

expand_less