Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

Roadshow ke Pemerintah Daerah, PUKAT Malut Perkuat Dukungan untuk Pendampingan Tiga Desa di Morotai

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 3 Okt 2026
  • visibility 128
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MOROTAI – Pendampingan masyarakat pesisir tidak cukup hanya dikerjakan di desa. PUKAT Maluku Utara memahami hal itu, sehingga di sela kegiatan sepekan di Kecamatan Morotai Selatan Barat (25 September hingga 2 Oktober 2026), tim mendatangi sejumlah instansi pemerintah di Kabupaten Pulau Morotai. Kunjungan berantai atau roadshow ini menjadi bagian dari kegiatan penjangkauan pemangku kepentingan pemerintah yang relevan.

Kegiatan tersebut termasuk dalam pilar pengamanan hak, relasi pemangku kepentingan dan tata kelola (SR). Pilar ini berjalan bersama tiga pilar lain dalam program yang dijalankan PUKAT Maluku Utara dan Blue Ventures di Desa Waringin, Usbar Pantai, dan Tiley Pantai, yaitu pengelolaan perikanan berbasis masyarakat (CBFM), inklusi keuangan (FI), dan ketahanan pangan (FS).

Mengetuk pintu satu per satu

Tim memulai roadshow dari Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (BAPPERIDA). Setelah itu, tim bertemu organisasi perangkat daerah (OPD) teknis yang bersinggungan dengan program, yakni Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DMPTSP).

Pemilihan instansi ini tidak acak. Perencanaan daerah, urusan kelautan dan perikanan, pemberdayaan desa, hubungan dengan lembaga kemasyarakatan, serta perizinan, semuanya bisa bersentuhan dengan kegiatan di desa pesisir. Dengan bertemu langsung, tim ingin pemerintah daerah mengetahui apa yang akan dikerjakan, di mana, dan sampai kapan.

Pendekatan ini juga bertujuan menghindari tumpang tindih. Bila program berjalan tanpa sepengetahuan instansi terkait, peluang untuk saling melengkapi akan hilang. Sebaliknya, pertemuan sejak awal membuka ruang koordinasi yang bisa dimanfaatkan selama masa pendampingan hingga Juni 2028.

Audiensi dengan Wakil Bupati

Persinggahan terakhir roadshow adalah audiensi dengan Wakil Bupati Pulau Morotai. Dalam pertemuan itu, tim PUKAT Maluku Utara didampingi Kepala Desa Waringin dan Kepala Desa Usbar Pantai. Kehadiran dua kepala desa tersebut menunjukkan bahwa program ini tidak dibawa sendirian oleh lembaga pendamping, tetapi juga didukung pemerintah desa sebagai pihak yang paling dekat dengan warga.

Dalam audiensi itu, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi kepada PUKAT Maluku Utara atas kegiatan yang sedang berjalan maupun yang akan dilaksanakan di Desa Waringin, Usbar Pantai, dan Tiley Pantai. Apresiasi tersebut mencerminkan sambutan baik pemerintah kabupaten terhadap upaya pendampingan masyarakat pesisir.

Wakil Bupati juga mengingatkan para kepala desa. Ia meminta mereka bersungguh-sungguh memanfaatkan kehadiran PUKAT Maluku Utara. Menurutnya, pendampingan hanya akan memberi hasil bila pemerintah desa aktif mengambil peran. Ia juga mendorong para kepala desa agar mengajak warga berpartisipasi penuh demi kemajuan desa masing-masing.

Mengapa dukungan pemerintah penting

Pesan Wakil Bupati sejalan dengan prinsip pengelolaan perikanan berbasis masyarakat. Warga memegang peran utama, tetapi kesepakatan di tingkat desa membutuhkan dukungan dari pemerintah yang lebih tinggi agar dapat bertahan dan dijalankan. Tanpa dukungan itu, kesepakatan warga bisa kehilangan pijakan ketika menghadapi persoalan yang melampaui batas desa.

Karena itu, penjangkauan pemangku kepentingan pemerintah menjadi investasi awal yang penting. Hubungan yang terbangun pada pekan pertama dapat dipakai kembali ketika program memasuki kegiatan yang membutuhkan izin, data, atau dukungan kebijakan.

Satu dari lima kegiatan

Roadshow ini hanyalah satu dari lima kegiatan yang dijalankan tim selama sepekan. Empat kegiatan lainnya adalah peningkatan kesadaran dan sosialisasi, pemetaan pemangku kepentingan, perkenalan awal ke komunitas disertai sosialisasi ketahanan pangan, dan survei profil komunitas di tiga desa. Kelima kegiatan itu menjadi pembuka dari rangkaian pendampingan yang direncanakan berlangsung hingga Juni 2028.

Bagi desa-desa yang didampingi, kehadiran pemerintah daerah dalam pembicaraan sejak awal memberi tambahan semangat. Bagi tim pendamping, dukungan itu menjadi modal untuk melangkah ke tahap berikutnya dengan lebih yakin. Tantangan sesungguhnya kini ada pada pelaksanaan: menjaga komunikasi dengan pemerintah, memastikan warga terlibat, dan mewujudkan manfaat nyata bagi keluarga pesisir di Morotai Selatan Barat.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • OpenClaw Resmi Luncurkan Aplikasi Mobile, Bawa Kemampuan Agen AI Otonom ke Genggaman Tangan

    OpenClaw Resmi Luncurkan Aplikasi Mobile, Bawa Kemampuan Agen AI Otonom ke Genggaman Tangan

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAKARTA, Linidaily.id – Platform kecerdasan buatan sumber terbuka OpenClaw kini resmi hadir dalam bentuk aplikasi yang dapat diunduh untuk perangkat Android maupun iOS. Peluncuran ini memungkinkan pengguna menjalankan agen AI secara langsung melalui ponsel pintar, sehingga beragam tugas otomatis dapat diselesaikan kapan saja dan di mana saja tanpa harus bergantung pada komputer. Informasi ini disampaikan […]

  • Kasman Hi Ahmad: Pejabat yang Menulis dan Berpikir

    Kasman Hi Ahmad: Pejabat yang Menulis dan Berpikir

    • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
    • 0Komentar

    Di tengah hiruk-pikuk dunia birokrasi dan politik di Maluku Utara, di mana banyak pejabat lebih sibuk mengejar pencitraan dan kekuasaan, sosok Dr. Kasman Hi. Ahmad, M.Pd. tampak berdiri sendiri dengan jejak yang berbeda. Sebagai Wakil Bupati Halmahera Utara, ia bukan hanya sibuk mengurusi administrasi pemerintahan atau hadir di seremonial belaka — ia menjadikan pikiran, renungan, […]

  • Mantan Bupati Pulau Taliabu Aliong Mus Resmi Jadi Tersangka Korupsi

    Mantan Bupati Pulau Taliabu Aliong Mus Resmi Jadi Tersangka Korupsi

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • 0Komentar

    Linidaily.id-Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara akhirnya resmi menetapkan mantan Bupati Pulau Taliabu dua periode, Aliong Mus, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan proyek strategis daerah, yaitu Istana Daerah (Isda). Proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2023 tersebut memiliki nilai mencapai Rp17,5 miliar. Penetapan status tersangka ini dilakukan setelah […]

  • 60 Tahun KAHMI : Nostalgia Alumni atau Kekuatan Strategis Bangsa? (Sebuah Sumbang Saran)

    60 Tahun KAHMI : Nostalgia Alumni atau Kekuatan Strategis Bangsa? (Sebuah Sumbang Saran)

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • 0Komentar

    Setiap 17 September, ribuan alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang tergabung dalam Korps Alumni HMI (KAHMI) merayakan hari lahir organisasinya. Tahun ini genap enam dekade sejak KAHMI didirikan pada 17 September 1966, sebagai kelanjutan dari perjuangan HMI yang lahir hampir dua dekade lebih dulu, pada 5 Februari 1947 di Yogyakarta atas prakarsa Lafran Pane bersama […]

  • Gerakan Pemuda Marhaenis Malut Aksi di KPK: Sekda Haltim Diduga Terlibat Tambang Nikel Ilegal, Ada Bukti Rekaman dan Foto Transaksi

    Gerakan Pemuda Marhaenis Malut Aksi di KPK: Sekda Haltim Diduga Terlibat Tambang Nikel Ilegal, Ada Bukti Rekaman dan Foto Transaksi

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAKARTA, Linidaily id, Gerakan Pemuda Marhaenis Provinsi Maluku Utara (GPM Malut) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Jalan Persada Kuningan, Kelurahan Guntur, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, pada Senin, 3 Agustus 2026. Berlangsung pukul 12.35 hingga 12.55 WIB, aksi yang dipimpin Sartono Halek dengan membawa spanduk, poster, serta alat pengeras suara […]

  • Pindah Markas ke Semarang Didukung Pemprov Jateng, Malut United Evakuasi Bus Tim

    Pindah Markas ke Semarang Didukung Pemprov Jateng, Malut United Evakuasi Bus Tim

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • 0Komentar

    TERNATE, Linidaily.id Rencana pemindahan markas tim sepak bola Malut United dari Kota Ternate, Maluku Utara menuju Kota Semarang, Jawa Tengah kian terlihat nyata dalam beberapa hari terakhir. Di satu sisi, langkah ini telah mendapatkan dukungan resmi dari pemerintah setempat di Jawa Tengah, namun di sisi lain, sikap manajemen yang belum memberikan penjelasan rinci justru memicu […]

expand_less