Gelombang Panas Melanda Eropa, Fenomena Serupa Bisa Terjadi di Indonesia?
- account_circle Redaksi
- calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
- visibility 27
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: Ilustrasi
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA – Linidaily.id Belakangan ini benua Eropa sedang diguncang gelombang panas ekstrem yang dianggap sebagai salah satu yang terparah dalam sejarah. Suhu udara melonjak tajam hingga memecahkan rekor di berbagai negara, dan dilaporkan telah menelan korban jiwa sebanyak 1.300 orang.
Sekretaris Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus pun menegaskan, gelombang panas kini kian kerap terjadi setiap tahun dan menjadi ancaman yang semakin serius.
Sementara itu, masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia juga mulai merasakan udara yang terasa lebih panas seiring berjalannya musim kemarau. Bahkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, suhu tertinggi tercatat mencapai 38,6°C di Papua Barat pada rentang tanggal 22 hingga 24 Juni 2026.
Lantas, apakah Indonesia berisiko dilanda gelombang panas seperti yang terjadi di Eropa?
Secara teknis, menurut penjelasan BMKG, gelombang panas tidak terjadi di Indonesia. Fenomena ini umumnya muncul di wilayah lintang menengah hingga tinggi, dipicu oleh massa udara panas yang terperangkap dalam sistem tekanan tinggi berskala besar. Ciri khasnya berupa lonjakan suhu yang jauh melampaui rata-rata jangka panjang dan berlangsung berhari-hari berturut-turut—kondisi yang tidak ditemukan di wilayah kita.
Indonesia yang terletak di garis khatulistiwa memiliki karakteristik atmosfer dan perubahan cuaca yang jauh lebih dinamis. Apa yang sedang dirasakan masyarakat saat ini hanyalah peningkatan suhu harian biasa, yang muncul akibat langit cerah tanpa awan tebal saat musim kemarau berlangsung.
Guswanto, Sekretaris Utama BMKG yang sebelumnya menjabat Deputi Bidang Meteorologi, mengutip CNN, menjelaskan syarat mutlak terjadinya gelombang panas: suhu rata-rata harus naik minimal 5°C di atas rata-rata normal dan berlangsung terus-menerus selama lima hari atau lebih.
Apa Sebenarnya Gelombang Panas Itu?
Berdasarkan definisi resmi Met Office, lembaga meteorologi nasional Inggris, gelombang panas adalah periode cuaca yang jauh lebih panas dibandingkan kondisi biasa di wilayah tersebut pada waktu yang sama, dan berlangsung dalam jangka waktu lama. Kadang fenomena ini juga disertai kelembapan udara yang tinggi.
Biasanya gelombang panas muncul saat musim panas, ketika sistem tekanan tinggi terbentuk dan menetap di satu wilayah. Sistem ini bergerak sangat lambat, bahkan bisa bertahan berminggu-minggu, sehingga menahan udara panas agar tidak berpindah.
Penyebab dan Kerentanan Eropa
Gelombang panas yang melanda Eropa saat ini dipicu pola cuaca bernama Omega Block, dinamai dari bentuk huruf Yunani Ω karena pola aliran udaranya. Kondisi ini membuat udara panas kering dari Afrika Utara terperangkap di tengah, terhimpit oleh sistem tekanan rendah di sisi kiri dan kanan sehingga tidak bisa bergerak menjauh. Akibatnya, suhu di wilayah yang terkena bisa melonjak hingga 18°C lebih tinggi dari biasanya.
Dilaporkan Euronews, Eropa sangat rentan terdampak buruk: hanya sekitar 20 persen rumah yang dilengkapi pendingin ruangan, dan sebagian besar bangunan dirancang untuk menahan suhu agar tetap hangat saat musim dingin—bukan untuk membuang panas saat suhu melonjak.
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar