Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

Pindah Markas ke Semarang Didukung Pemprov Jateng, Malut United Evakuasi Bus Tim

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
  • visibility 41
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TERNATE, Linidaily.id Rencana pemindahan markas tim sepak bola Malut United dari Kota Ternate, Maluku Utara menuju Kota Semarang, Jawa Tengah kian terlihat nyata dalam beberapa hari terakhir. Di satu sisi, langkah ini telah mendapatkan dukungan resmi dari pemerintah setempat di Jawa Tengah, namun di sisi lain, sikap manajemen yang belum memberikan penjelasan rinci justru memicu gelombang kekecewaan yang mendalam di kalangan pendukung asli tim berjuluk Laskar Kie Raha tersebut.

Kepastian dukungan terhadap rencana penggunaan Stadion Jatidiri sebagai kandang baru Malut United untuk menghadapi kompetisi musim 2026/2027 disampaikan dalam pertemuan dialog yang berlangsung beberapa waktu lalu. Rapat tersebut mempertemukan berbagai pihak terkait, antara lain Pengurus Asosiasi Provinsi PSSI Jawa Tengah, perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, jajaran manajemen Malut United, pihak pengurus PSIS Semarang, serta perwakilan kelompok suporter besar Laskar Mahesa Jenar yaitu Panser Biru dan Snex.

Dalam pembahasan tersebut, kehadiran Malut United di Semarang dinilai membawa banyak dampak positif bagi perkembangan sepak bola di provinsi tersebut. Keberadaan tim baru ini diharapkan dapat menghidupkan kembali gairah dan antusiasme masyarakat terhadap sepak bola Jawa Tengah, sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas Stadion Jatidiri yang selama ini menjadi kebanggaan warga Semarang. Selain aspek olahraga, kehadiran tim ini juga diproyeksikan turut mendukung pembinaan talenta pemain muda lokal serta memberikan dampak berputarnya roda perekonomian daerah di sektor pariwisata dan jasa terkait pertandingan.

Presiden Malut United, Sofyan Lestaluhu, dalam kesempatan tersebut mengungkapkan alasan pemilihan Kota Semarang sebagai lokasi markas baru. Menurutnya, Semarang adalah kota yang dinilai aman, sangat bersahabat bagi pendatang, serta memiliki potensi dan ekosistem sepak bola yang besar dan terus berkembang. Ia juga menegaskan satu poin penting bahwa pihaknya tidak akan menyisipkan atau menggunakan nama “Semarang” dalam identitas klub, sebagai bentuk penghormatan yang tinggi terhadap sejarah dan identitas milik PSIS Semarang yang sudah ada lebih dulu, meskipun sebelumnya tersiar kabar bahwa klub berencana melakukan perubahan nama secara keseluruhan.

Sementara perkembangan di Jawa Tengah berjalan positif, suasana berbeda terasa di Ternate. Kabar kepindahan ini semakin diperkuat dengan adanya aktivitas pemindahan aset tim. Berdasarkan pantauan Linidaily.id bus resmi Malut United sudah terlihat terparkir rapi di kawasan Pelabuhan Ahmad Yani, Kota Ternate, tepatnya pada Kamis (2/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIT. Kendaraan yang biasa digunakan untuk mengantar perjalanan tim ini diduga kuat sedang dalam persiapan untuk segera dinaikkan ke atas kapal penyeberangan guna dibawa keluar dari Pulau Ternate.

Hingga berita ini dipublikasikan, belum ada pernyataan atau keterangan tertulis maupun lisan dari pihak manajemen Malut United terkait pemindahan kendaraan tersebut, apalagi penjelasan rinci mengenai latar belakang dan kepastian kepindahan markas tim. Sikap diam yang berlangsung cukup lama ini pun mulai memancing reaksi dan kekecewaan di kalangan pendukung setia yang selama ini menjadi tuan rumah bagi Laskar Kie Raha.

Salah satu kelompok suporter yang menyuarakan kekecewaan secara terbuka adalah The Salawaku, yang menilai keputusan pemindahan ini seolah dilakukan secara tertutup tanpa melibatkan atau sekadar memberi kabar kepada basis pendukung utama di Maluku Utara.

Mereka menyayangkan sikap manajemen yang memilih bungkam terhadap berbagai isu dan informasi yang berkembang dalam dua pekan terakhir ini. Sampai detik ini belum ada alasan yang jelas kenapa MU harus meninggalkan Ternate.

Sebagai suporter yang selalu mendukung di mana saja, The Salawaku memiliki hak yang sama untuk mengetahui kebenaran dan alasan di balik keputusan besar tersebut.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kebudayaan sebagai Tonggak Peradaban

    Kebudayaan sebagai Tonggak Peradaban

    • calendar_month Senin, 5 Okt 2026
    • 0Komentar

    Kebudayaan merupakan salah satu unsur penting dalam kehidupan manusia karena menjadi dasar terbentuknya identitas, nilai, dan cara hidup suatu masyarakat. Kebudayaan tidak hanya berkaitan dengan kesenian, bahasa, pakaian, atau tradisi, tetapi juga mencakup pengetahuan, norma, kepercayaan, adat istiadat, serta kebiasaan yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Melalui kebudayaan, manusia belajar memahami lingkungan, membangun […]

  • RRI Ternate Jalin Kerja Sama dengan Book Fest Maluku Utara

    RRI Ternate Jalin Kerja Sama dengan Book Fest Maluku Utara

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • 0Komentar

    TERNATE–Linidaily.id Panitia Festival Buku (Book Fest) Maluku Utara 2026 menggelar audiensi dengan Kepala Stasiun RRI Ternate, Agus Rusmin Nuryadin, guna membangun kolaborasi dalam publikasi dan penyebarluasan informasi kegiatan festival. Pertemuan berlangsung di Kantor RRI Ternate, Senin 29 Juni 2026. Pengarah Book Fest Maluku Utara, M. Asghar Saleh, mengatakan audiensi tersebut bertujuan memperkuat sinergi dengan RRI […]

  • Usulan Pinjaman Rp1 Triliun Maluku Utara: Solusi Pembangunan atau Jebakan Fiskal?

    Usulan Pinjaman Rp1 Triliun Maluku Utara: Solusi Pembangunan atau Jebakan Fiskal?

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • 0Komentar

    SOFIFI, LiniDaily.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara secara resmi mengajukan usulan pinjaman daerah sebesar Rp1 triliun kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Dana ini rencananya akan digunakan untuk membiayai percepatan pembangunan infrastruktur strategis periode 2026–2029. Namun, pengajuan ini memicu perdebatan publik karena dilakukan di tengah beban utang sebelumnya yang belum lunas dan tertahannya Dana […]

  • Menyelamatkan Ternate dari Sesaknya Sampah

    Menyelamatkan Ternate dari Sesaknya Sampah

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • 0Komentar

    Pagi di Ternate selalu punya cara membuat orang jatuh cinta: laut yang biru, Gamalama yang berdiri gagah, aroma ikan bakar, dan percakapan hangat di pasar. Tetapi di balik keindahan itu, ada persoalan yang pelan-pelan menumpuk, berbau, dan mengancam masa depan kota pulau ini: sampah. Ternate bukan kota dengan daratan luas yang bisa terus-menerus “menyembunyikan” sampah […]

  • Aturan atau Kehendak?

    Aturan atau Kehendak?

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • 0Komentar

    Kekosongan kepengurusan BEM Universitas Khairun tidak seharusnya membuat aturan organisasi ikut kehilangan tempatnya. Kekosongan memang membutuhkan tindakan administratif agar roda kelembagaan tidak berhenti, tetapi tindakan tersebut tetap harus diletakkan dalam kerangka aturan yang mengatur hubungan antarorganisasi mahasiswa. Sebab, ketika sebuah keputusan lahir atas nama penyelamatan organisasi, pertanyaan yang paling mendasar justru harus diajukan: apakah keputusan […]

  • Belajar dari NTB: Skema BLUD Jadi Kunci Keberlanjutan Pembiayaan Kawasan Konservasi Perairan

    Belajar dari NTB: Skema BLUD Jadi Kunci Keberlanjutan Pembiayaan Kawasan Konservasi Perairan

    • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
    • 0Komentar

    TERNATE, linidaily.id Tim studi banding pengelolaan perikanan berkelanjutan dari Maluku Utara pulang membawa satu pelajaran penting dari Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB): keberlanjutan pembiayaan pengelolaan kawasan konservasi perairan tidak bisa terus bergantung pada anggaran pemerintah semata. Dalam kunjungan ke Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi NTB, rombongan mempelajari langsung praktik Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) […]

expand_less