Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

Aksi AMPP–Togammoloka di Ternate Tolak Pinjaman Daerah Rp1 Triliun

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
  • visibility 74
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Gelombang penolakan terhadap rencana pinjaman daerah sebesar Rp1 triliun oleh Pemerintah Provinsi Maluku Utara mencuat melalui aksi demonstrasi yang digelar Aliansi Masyarakat Pengawas Pemerintahan (AMPP)–Togammoloka di Kota Ternate, Rabu (22/7/2026). Sejumlah titik menjadi lokasi aksi, dengan konsentrasi massa terpusat di depan Hotel Bela, kawasan Jati.

Ketua Umum AMPP–Togammoloka, M. Iram Galela, menjelaskan bahwa aksi tersebut melibatkan elemen pemuda dan pelajar dari berbagai wilayah, seperti Tobelo, Galela, Morotai, Malifut, dan Loloda. Mereka menyuarakan penolakan terhadap kebijakan pinjaman yang dinilai bermasalah.

“Garis besar latar belakang tuntutan kami adalah rencana pinjaman itu tidak relevan dengan kondisi fiskal dan berpotensi disalahgunakan peruntukannya. Di antaranya dugaan pembayaran denda Rp500 miliar PT. Karya Wijaya, perusahaan tambang milik Gubernur Sherly, dan proyek-proyek monopoli,” ujar M. Iram Galela kepada media di lokasi aksi.

Selain isu pinjaman, massa juga menyoroti keberadaan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda yang dinilai belum menetap di Sofifi sebagai ibu kota provinsi. Mereka menilai hal tersebut berdampak pada efektivitas penyelenggaraan pemerintahan.

“Kami juga menuntut Gubernur segera pindah ke Sofifi agar bisa menjalankan roda pemerintahan daerah dan pelayanan publik dengan baik dan optimal,” sambung M. Iram Galela.

Pemilihan Hotel Bela sebagai titik aksi, lanjutnya, berkaitan dengan dugaan aktivitas pemerintahan yang lebih sering dilakukan di lokasi tersebut. Kondisi ini, menurutnya, menjadi simbol kritik terhadap pola kerja pemerintahan saat ini.

“Sayang kan, Gubernur hanya mau asik hidup di hotel mewah miliknya,” imbuhnya.

Ia juga menyinggung adanya pandangan dari kalangan pengamat yang melihat potensi konflik kepentingan apabila aktivitas pemerintahan dilakukan di properti milik pribadi kepala daerah.

“Kan ada pengamat yang menengarai keberadaan Gubernur di Hotel Bela menarik aktivitas formal ke hotel. Itu ada potensi konflik kepentingan,” tandasnya.

Dalam pernyataannya, AMPP–Togammoloka turut menyampaikan tujuh poin tuntutan, antara lain mendesak DPRD membatalkan rencana pinjaman, meminta transparansi penggunaan anggaran, hingga mendorong pengusutan dugaan keterkaitan pinjaman dengan kepentingan perusahaan tertentu dan lingkaran keluarga gubernur.

“Pinjaman daerah adalah bom waktu. Jika salah arah, yang membayar bukan pejabat hari ini, tapi rakyat Maluku Utara di masa mendatang,” pungkas M. Iram Galela.

Aksi ini menjadi cerminan meningkatnya sorotan publik terhadap kebijakan fiskal daerah, sekaligus menegaskan tuntutan akan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan pemerintah provinsi.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Skor Integritas ‘Merah’, KPK Beri Ultimatum 3 Bulan untuk Pemprov & DPRD Malut

    Skor Integritas ‘Merah’, KPK Beri Ultimatum 3 Bulan untuk Pemprov & DPRD Malut

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • 0Komentar

    TERNATE Linidaily.id – Suasana tegang menyelimuti Kediaman Dinas Wakil Gubernur Maluku Utara, Kamis (11/6). Selama sembilan jam, mulai pukul 09.00 hingga 18.00 WIT, rapat koordinasi antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara berlangsung tertutup rapat. Personel Satpol PP berjaga ketat di pintu masuk, melarang akses bagi staf eselon III-IV maupun wartawan. […]

  • Status Nurlaela Syarif Tentang PJU Cepat di Respon

    Status Nurlaela Syarif Tentang PJU Cepat di Respon

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • 0Komentar

    Tidak menunggu waktu yang lama, tulisan Nurlaela Syarif di akun yang mempertanyakan Duit PJU Warga mendapat respon dari Pemerintah kota, terutama Dinas Perhubungan Kota Ternate. Informasi ini ditulis Nurlaela di status medsos FB nya; Jalan di Ngade So Terang. Lampu Jalan Sebelah Mana Lagi yang Masih Gelap? Nurlaela bersyukur Pemerintah Kota merespon keluhannya “​Alhamdulillah, laporan […]

  • Belajar dari NTB: Kemandirian Pokmaswas Petrando dan Kekuatan Jejaring Forum Jadi Kunci Pengawasan Laut Berkelanjutan

    Belajar dari NTB: Kemandirian Pokmaswas Petrando dan Kekuatan Jejaring Forum Jadi Kunci Pengawasan Laut Berkelanjutan

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
    • 0Komentar

    TERNATE, linidaily.id Satu lagi pembelajaran dibawa pulang tim studi banding pengelolaan perikanan berkelanjutan Maluku Utara dari Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB): bagaimana kelompok masyarakat pengawas (Pokmaswas) bisa mandiri secara ekonomi sekaligus terhubung dalam jejaring yang kuat. Kunjungan kali ini menyasar Forum Pokmaswas NTB dan salah satu kelompok binaannya, Pokmaswas Petrando, yang mengawasi kawasan perairan Gili […]

  • Pemprov Maluku Utara Siapkan Opsi Pemotongan TPP ASN 2027 Akibat Tekanan Fiskal

    Pemprov Maluku Utara Siapkan Opsi Pemotongan TPP ASN 2027 Akibat Tekanan Fiskal

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • 0Komentar

    Pemerintah Provinsi Maluku Utara tengah menyusun langkah antisipatif untuk menghadapi penurunan kapasitas anggaran daerah, salah satunya melalui rencana pengurangan Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) pada 2027. Kebijakan ini muncul sebagai respons atas berkurangnya aliran dana transfer dari pemerintah pusat yang berdampak langsung pada kondisi fiskal daerah. Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin […]

  • Hendra Karianga Desak Kejari Halsel Audit Dana Hibah Pilkada Rp52,6 Miliar

    Hendra Karianga Desak Kejari Halsel Audit Dana Hibah Pilkada Rp52,6 Miliar

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • 0Komentar

    Penggunaan dana hibah Pilkada 2024 yang disalurkan kepada Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Halmahera Selatan senilai Rp52,6 miliar diminta diperiksa secara menyeluruh. Desakan itu disampaikan praktisi hukum Hendra Karianga kepada Kejaksaan Negeri Halmahera Selatan. Hendra menilai nominal anggaran tersebut cukup besar sehingga pengelolaannya harus dapat diuji secara terbuka. Menurut dia, masyarakat berhak mengetahui apakah dana hibah […]

  • IAIN Ternate dan ICMI Maluku Utara Perkuat Kolaborasi untuk Revitalisasi Budaya Literasi

    IAIN Ternate dan ICMI Maluku Utara Perkuat Kolaborasi untuk Revitalisasi Budaya Literasi

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • 0Komentar

    TERNATE — Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate dan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Korwil Maluku Utara memperkuat kolaborasi dalam menghidupkan kembali budaya literasi di lingkungan perguruan tinggi. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Rektor IAIN Ternate dan Ketua ICMI Korwil Maluku Utara di Auditorium FEBI IAIN Ternate, Rabu (12/8/2026). Penandatanganan […]

expand_less