Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Lagi, Penipuan Berkedok Investasi di Kota Ternate

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
  • visibility 66
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TERNATE — Linidaily.id, Kota Ternate belakangan ini kembali diguncang gelombang kasus penipuan berkedok investasi yang memakan banyak korban. Kerugian masyarakat yang ditimbulkan mencapai angka miliaran rupiah, sementara para pelaku memanfaatkan kedekatan sosial dan keinginan untung cepat untuk menarik dana.

Data & Fakta di Lapangan

Sepanjang Agustus 2026, Satreskrim Polres Ternate mencatat 99 laporan masuk ke kantornya. Khusus kasus investasi ilegal, total kerugian yang dilaporkan masyarakat menembus Rp8,5 miliar. Kasus-kasus yang mencuat antara lain, “Zahra Berkah” — Pemiliknya, berinisial SAHM atau Sahriyani, diamankan polisi pada Kamis (17/9/2026) setelah dicegat ratusan korban di Pelabuhan Feri Sofifi. Kerugian diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah. OJK Maluku Utara telah memanggilnya untuk klarifikasi, namun ia mangkir, sehingga kasus dilimpahkan ke aparat penegak hukum.

Kemudian ada lagi “Invest MK / NT Investasi” — Dilaporkan 5 warga dengan kerugian total Rp259,5 juta.

Sebelumnya, PT Pendanaan Gotong Royong / Karapoto” — Mantan direkturnya kembali dilaporkan ke polisi, dengan korban yang menyetor hingga Rp1,3 miliar. Menjanjikan keuntungan hingga 100% dalam 30–35 hari.

Mengapa Masyarakat Begitu Mudah Percaya?

Fenomena ini bukan sekadar soal “kurang tahu”. Berdasarkan pengamatan di lapangan dan kajian para ahli, ada lima akar masalah yang membuat warga Ternate mudah terjebak:

1. Rendahnya Literasi Keuangan

Banyak warga belum memahami prinsip dasar keuangan: tinggi untung = tinggi risiko. Janji keuntungan pasti 10–30% per bulan dianggap wajar, padahal secara logika ekonomi tidak mungkin berkelanjutan. Kepala OJK Maluku Utara menegaskan rendahnya literasi keuangan sebagai pemicu utama maraknya kasus ini.

2. Ikut-Ikutan & Percaya pada Lingkungan Sosial

Di masyarakat yang masih erat hubungannya, “verifikasi sosial” menggantikan pengecekan resmi. Karena tetangga, saudara, atau teman dekat sudah menerima pembayaran awal, maka dianggap aman. Seperti ditulis di Kendali.id: “Orang lebih cepat percaya pada orang dekat daripada pada informasi resmi”. Fenomena ini dikenal sebagai perilaku kawanan (herding behavior) — keputusan finansial berubah menjadi keputusan sosial.

3. Keinginan Untung Instan & FOMO

Tekanan psikologis Fear of Missing Out (FOMO) membuat orang takut tertinggal peluang yang dinilai menguntungkan. Banyak korban sebenarnya menyadari tawaran itu tidak masuk akal, tetapi tetap masuk karena “orang lain sudah duluan untung”. Akademisi menilai ini kombinasi antara optimisme berlebih dan keserakahan yang disengaja.

4. Testimoni & Bukti Pembayaran Awal sebagai Jebakan

Pelaku sengaja mencairkan keuntungan pada bulan-bulan pertama agar korban menjadi saksi berjalan — lalu menyebarkan berita baiknya secara sukarela. Ini menciptakan bias konfirmasi: bukti peringatan dianggap hoaks, sedangkan bukti untung dianggap kebenaran.

5. Kepercayaan pada Tokoh & Wajah Dikenal

Pelaku sering memanfaatkan relasi pribadi, tokoh masyarakat, atau tampilan gaya hidup mewah untuk membangun kepercayaan. Di Ternate, beberapa kasus melibatkan orang yang sudah dikenal warga, sehingga pertahanan diri otomatis turun.

Kepala OJK Maluku Utara, Adi Surahmat, mengingatkan: “Cek legalitas sebelum menanamkan uang, bukan sebaliknya”. Kasat Reskrim Polres Ternate, Iptu Arif Budi Aji, menegaskan seluruh laporan sedang diproses sesuai hukum yang berlaku.

Imbauan

Satgas PASTI OJK mengingatkan agar masyarakat Jangan mudah tergiur keuntungan pasti dalam waktu singkat. Selain itu, harus Cek izin lembaga di sipasti.ojk.go.id. Berikutnya, jangan jadikan testimoni teman sebagai jaminan keamanan dan segera Laporkan jika menjadi korban ke kantor polisi atau OJK Maluku Utara. [berbagai sumber]

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Narasi Transparansi yang Problematik

    Narasi Transparansi yang Problematik

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • 0Komentar

    Akhir-akhir ini ada beberapa persoalan yang kemudian telah menjelma dan dapat divonis menjadi penyakit dalam tubuh induk lembaga kemahasiswaan Universitas Khairun, sebut saja Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Khairun (BEM UNKHAIR), yang telah menjadi rahasia umum, baik dalam rentetan kegagalan mereka dan manajemen tata kelola organisasi yang begitu memprihatinkan. Tidak hanya itu, bahkan pihak Rektorat Universitas […]

  • Aturan atau Kehendak?

    Aturan atau Kehendak?

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • 0Komentar

    Kekosongan kepengurusan BEM Universitas Khairun tidak seharusnya membuat aturan organisasi ikut kehilangan tempatnya. Kekosongan memang membutuhkan tindakan administratif agar roda kelembagaan tidak berhenti, tetapi tindakan tersebut tetap harus diletakkan dalam kerangka aturan yang mengatur hubungan antarorganisasi mahasiswa. Sebab, ketika sebuah keputusan lahir atas nama penyelamatan organisasi, pertanyaan yang paling mendasar justru harus diajukan: apakah keputusan […]

  • Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana; Nanik Sudaryati Deyang Ganti Posisi

    Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana; Nanik Sudaryati Deyang Ganti Posisi

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • 0Komentar

    Presiden Prabowo Subianto mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). “Pada hari ini Selasa, tanggal 2 Juni tahun 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional,” kata Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam jumpa pers di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (2/6/2026) malam. Dadan tak sendiri, Prabowo […]

  • Aksi Buruh Weda Bay Menguat, Tolak PHK Massal dan Tuntut Transparansi Perusahaan

    Aksi Buruh Weda Bay Menguat, Tolak PHK Massal dan Tuntut Transparansi Perusahaan

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • 0Komentar

    Tekanan terhadap rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) di kawasan industri Weda Bay terus meningkat. Ratusan pekerja yang tergabung dalam PUK SPKEP SPSI Weda Bay Project turun ke jalan dan menggelar aksi di depan Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Halmahera Tengah, Selasa (21/7/2026), sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan yang dinilai merugikan tenaga kerja lokal. Aksi tersebut […]

  • Akademisi Unkhair Desak Pemkab Halsel Ambil Sampel Air di Madapolo

    Akademisi Unkhair Desak Pemkab Halsel Ambil Sampel Air di Madapolo

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • 0Komentar

    Akademisi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Khairun, Dr. Muhammad Ridwan Lessy, mendesak Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan segera mengambil sampel air laut di pesisir Desa Madapolo, Kecamatan Obi Utara. Desakan ini muncul menyusul fenomena perubahan warna air menjadi hijau pekat yang disertai kematian ikan dan dugaan iritasi kulit pada sejumlah warga. Ridwan menilai, pengambilan sampel […]

  • Tambang Nikel Ancam Pegunungan Wato-Wato, Ribuan Warga Teluk Buli Hadapi Krisis Air

    Tambang Nikel Ancam Pegunungan Wato-Wato, Ribuan Warga Teluk Buli Hadapi Krisis Air

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • 0Komentar

    Linidaily.id— Rencana operasi tambang nikel milik PT Priven Lestari di kawasan Pegunungan Wato-wato, Kecamatan Maba, Kabupaten Halmahera Timur, memicu kekhawatiran serius masyarakat. Kawasan yang selama ini menjadi sumber utama air bersih bagi warga Teluk Buli itu dinilai terancam rusak apabila aktivitas pertambangan tetap dijalankan. Warga bersama sejumlah organisasi masyarakat sipil mendesak pemerintah pusat maupun daerah […]

expand_less