Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

AKSI BLOKADE JALAN WARGA BANEMO MELAWAN

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
  • visibility 98
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ratusan Warga Banemo melakukan unjuk rasa dan aksi blokade akses jalan Trans Halmahera ruas Jalur Desa Remdi, Rabu, 20 Mei 2026.

Aksi blokade ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas Warga Banemo Melawan, kepada pemerintah dan kepolisian, menyusul ditemukannya ranjau di perkebunan serta kasus pembunuhan Ustadz Ali Abas yang hingga kini belum ada titik terang.

Tensi aksi warga memuncak dua hari lalu, atau pada 18 Mei 2026, ketika warga menemukan sejumlah ranjau darat di kawasan perkebunan Woyobalo, wilayah hutan Desa Bobane Indah.

Temuan ranjau ini menjadi bukti nyata dugaan kelompok bersenjata atau pelaku teror yang bergerak bebas di dalam hutan Patani Barat yang mengancam nyawa dan mata pencaharian warga.

Kemarahan warga makin memuncak karena kasus pembunuhan terhadap mantan Kepala Desa Bobane Jaya, Ustadz Ali Abas, yang ditemukan tewas mengenaskan pada 2 April 2026, sampai hari ini belum ada kejelasan dan berhasil mengungkap pelaku.

Masyarakat menilai penegak hukum lambat bertindak.

Koordinator aksi mengatakan, penemuan ranjau di kebun membuat rasa aman warga hilang. Kelompok pengancam berkeliaran bebas. Aksi blokade jalan sebagai upaya warga sampai ada jawaban nyata.

Ada tiga tuntutan utama massa aksi, pertama, segera mengungkap dan menangkap pelaku yang membunuh Ustadz Ali Abas, proses hukum sampai tuntas. Kedua, mengusut tuntas jejak dan jaringan kelompok yang memasang ranjau di kawasan hutan/perkebunan warga, serta memberikan jaminan keamanan secara permanen. Ketiga, batalkan rencana pendirian Markas TNI di wilayah Patani , karena ada kekhawatiran terampasnya hak Ulayat dan rusaknya lingkungan.

Sementara aparat kepolisian sudah berada di lokasi untuk mengamankan situasi dan membangun komunikasi, namun massa tetap bersikeras meminta kepastian dan penanganan serius.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Soal LGBT: UMY Mempertegas Identitas Keislaman

    Soal LGBT: UMY Mempertegas Identitas Keislaman

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA Linidaily.id – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali menjadi sorotan publik setelah menegaskan akan menjatuhkan sanksi tegas kepada mahasiswa yang terbukti melakukan tindakan yang dikategorikan sebagai perilaku LGBT. Sanksi yang ditetapkan bisa berujung pada pemberhentian sebagai mahasiswa secara tidak hormat. Kebijakan ini merujuk pada Peraturan Disiplin dan Etika Mahasiswa UMY yang menekankan pemeliharaan nilai-nilai Islam, […]

  • BEM FIB UNKHAIR GELAR AKSI, DESAK EVALUASI KEBIJAKAN AKADEMIK, SATGAS PPKS DAN PLT BEM UNKHAIR

    BEM FIB UNKHAIR GELAR AKSI, DESAK EVALUASI KEBIJAKAN AKADEMIK, SATGAS PPKS DAN PLT BEM UNKHAIR

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
    • 0Komentar

    TERNATE — Linidaily.id Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Khairun (BEM FIB UNKHAIR) menggelar aksi demonstrasi sebagai bentuk protes dan evaluasi terhadap sejumlah persoalan yang dinilai berkaitan langsung dengan kepentingan mahasiswa, Senin (7/9/2026). Dalam aksi tersebut, BEM FIB UNKHAIR membawa tiga tuntutan utama, yakni evaluasi terhadap penerapan Peraturan Rektor Universitas Khairun Nomor 1 Tahun […]

  • Ketika Angka Berbicara: Maluku Utara dan Luka Lama Pendidikan yang Belum Sembuh

    Ketika Angka Berbicara: Maluku Utara dan Luka Lama Pendidikan yang Belum Sembuh

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • 0Komentar

    Saya tidak tahu persis seperti apa rasanya menjadi seorang guru di sebuah pulau kecil di Maluku Utara yang menyeberang laut setiap pagi, mengajar dengan kapur yang hampir habis, lalu pulang dengan gaji yang jauh dari kata cukup. Tapi saya tahu satu hal: ketika data TKA 2026 keluar dan nama Maluku Utara terpampang di baris paling […]

  • Yang Tertinggal dari Workshop Nasionalisme, Potensi Lokal dan Ketahanan Pangan Berkelanjutan

    Yang Tertinggal dari Workshop Nasionalisme, Potensi Lokal dan Ketahanan Pangan Berkelanjutan

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • 0Komentar

    Pada 14 Februari 2026, Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Cabang Maluku Utara menyelenggarakan sebuah workshop bertajuk “Nasionalisme, Potensi Lokal dan Ketahanan Pangan Berkelanjutan”. Forum intelektual ini menghadirkan dua narasumber yang relevan secara kelembagaan dan akademik: Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Maluku Utara yang memaparkan materi bertajuk Strategi Mendukung Ketahanan Pangan Berkelanjutan di Provinsi Maluku Utara, […]

  • Duta Besar Singapura Kunjungi Halmahera Utara; Bentuk Apresiasi Penanganan Korban Erupsi Gunung Dukono

    Duta Besar Singapura Kunjungi Halmahera Utara; Bentuk Apresiasi Penanganan Korban Erupsi Gunung Dukono

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • 0Komentar

    TOBELO – Linidaily id Duta Besar Republik Singapura untuk Indonesia, H.E. Kwok Fook Seng, dijadwalkan melaksanakan kunjungan kerja resmi ke Kabupaten Halmahera Utara pada hari ini, Kamis 6 Agustus 2026. Informasi dari laman Diskominfosan Halmahera Utara menjelaskab Kedatangan utusan diplomatik tertinggi negara kota tersebut merupakan wujud penghargaan langsung dari Pemerintah Singapura atas perhatian dan upaya […]

  • Belajar dari NTB: Forum Ilmiah dan Komite Bersama Jadi Pilar Pengelolaan Perikanan Berkelanjutan

    Belajar dari NTB: Forum Ilmiah dan Komite Bersama Jadi Pilar Pengelolaan Perikanan Berkelanjutan

    • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
    • 0Komentar

    TERNATE, linidaily.id Selain tata kelola pembiayaan lewat skema BLUD, satu pelajaran penting lain yang dibawa pulang tim studi banding Maluku Utara dari Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) adalah bagaimana pengelolaan perikanan berkelanjutan di sana ditopang oleh dua pilar kelembagaan yang saling melengkapi: Forum Ilmiah Pengelolaan Perikanan Berkelanjutan (FIP2B) dan Komite Pengelola Bersama Perikanan (KPBP). Keduanya […]

expand_less